Love
Story
Setiap kisah indah selalu berawal dari pertemuan yang tak pernah direncanakan.
Begitu pula dengan kami.
Saat itu, ia baru bergabung di divisi F.A.T, membawa semangat baru dalam langkah pertamanya di kantor.
Sementara aku, sudah lebih dulu berada di tim Finance — mencoba menyeimbangkan pekerjaan dengan perjalanan akhir kuliah yang sedang menuju masa skripsi.
Hari-hari terasa padat, pikiran terasa penuh.
Di tengah kebingungan dan rasa takut menghadapi ujian akhir,
ia datang dengan ketulusan yang sederhana.
“Kalau kamu butuh teman belajar atau butuh bantuan soal skripsi, jangan sungkan untuk hubungi aku,” ucapnya pelan namun hangat.
Awalnya hanya sebatas obrolan ringan tentang metode penelitian dan laporan,
namun perlahan berganti menjadi percakapan yang lebih dalam — tentang mimpi, harapan, dan masa depan.
Waktu berjalan, dan tanpa kami sadari,
setiap diskusi kecil menjadi langkah-langkah lembut yang mendekatkan hati.
Dari menemani proses belajar, ia menjadi tempat bertanya, tempat berbagi,
hingga akhirnya menjadi tempat pulang yang selalu menenangkan.
Kini kami percaya, bahwa cinta tidak selalu hadir dengan kemegahan,
kadang ia datang lewat hal sederhana —
seperti bantuan tulus di tengah kesibukan,
atau perhatian kecil yang tumbuh menjadi kasih besar.
Dan dari ruang kerja yang sederhana itu,
Tuhan menuntun langkah kami hingga ke titik ini —
hari di mana kami tak lagi berjalan sendiri,
melainkan bersama, menuju satu tujuan yang sama:
menjadi rumah bagi satu sama lain